Vol. 1 No. 1 (2025): KANDORA : Jurnal Agriculture and Agribusiness Development Journal
Articles

Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Jagung Bisi-18 Dan Pioneer di Desa Beru-Beru Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju

Ihwal
Universitas Tomakaka
Ridwan
Universitas Tomakaka
Muhammad Nur Rustan
Universitas Tomakaka
Vol. 1 No. 1 (2025): KANDORA : Jurnal Agriculture and Agribusiness Development Journal

Published 2025-03-16

Keywords

  • pendapatan,
  • bisi-18,
  • pioneer,
  • usahatani

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian utama di Indonesia yang memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendapatan usahatani jagung varietas BISI-18 dan Pioneer di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada 30 petani yang terdiri dari 15 petani pengguna benih jagung BISI-18 dan 15 petani pengguna benih Pioneer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan antara kedua varietas. Total biaya produksi per hektar untuk jagung BISI-18 sebesar Rp6.010.000, sedangkan Pioneer mencapai Rp6.430.000. Dari segi penerimaan, BISI-18 lebih unggul dengan Rp22.656.000/ha dibandingkan Pioneer yang hanya Rp18.848.000/ha. Pendapatan bersih yang diperoleh petani dari varietas BISI-18 mencapai Rp16.646.000/ha, lebih tinggi dibandingkan Pioneer yang hanya Rp12.418.000/ha. Selain itu, analisis efisiensi usaha tani menggunakan R/C Ratio menunjukkan bahwa BISI-18 memiliki nilai 3,76, lebih besar dibandingkan Pioneer yang hanya 2,93. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa usahatani jagung BISI-18 lebih menguntungkan dibandingkan Pioneer, baik dari segi pendapatan maupun efisiensi ekonomi. Oleh karena itu, petani di Desa Beru-Beru disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan varietas BISI-18 guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Adisarwanto, T. (2019). Teknologi Budidaya Jagung Hibrida untuk Meningkatkan Produktivitas di Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Serealia.
  2. Astuti, R., & Wahyudi, A. (2021). Analisis Fluktuasi Harga Jagung dan Dampaknya terhadap Pendapatan Petani. Jurnal Ekonomi Pertanian, 12(1), 45-57.
  3. Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Produksi Tanaman Pangan Indonesia 2022. Jakarta: BPS.
  4. Darwis, V., & Hadi, P. (2020). Analisis Efisiensi Usahatani Jagung di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian, 3(2), 87-99.
  5. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. (2021). Prospek dan Pengembangan Jagung di Indonesia. Kementerian Pertanian RI.
  6. Fauziyah, N., & Prasetyo, T. (2022). Perbandingan Hasil Produksi dan Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida dan Lokal di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(1), 45-56.
  7. Haryanto, T., & Wijaya, M. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Petani Jagung di Indonesia. Jurnal Agribisnis dan Ketahanan Pangan, 8(2), 89-102.
  8. Haryanto, T., Susanto, A., & Widodo, B. (2022). Efisiensi Ekonomi Varietas Jagung Hibrida: Studi Perbandingan antara BISI-18 dan Pioneer. Jurnal Penelitian Agronomi, 10(3), 120-135.
  9. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Laporan Tahunan Produksi Jagung Nasional 2022. Pusat Data dan Informasi Pertanian.
  10. Mahyuddin, R., & Yusran, A. (2021). Analisis R/C Ratio Usahatani Jagung di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Jurnal Agroekonomi, 18(1), 59-73.
  11. Mulyadi, S., & Lestari, D. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keuntungan Usahatani Jagung di Kecamatan Enrekang, Sulawesi Selatan. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 4(3), 112-124.
  12. Nugroho, R., Prasetyo, H., & Santoso, D. (2023). Dampak Biaya Input dan Iklim terhadap Keuntungan Usahatani Jagung. Jurnal Agribisnis Berkelanjutan, 7(1), 78-95.
  13. Prasetyo, H., Wibowo, S., & Rahman, A. (2023). Produktivitas dan Keuntungan Relatif Varietas Jagung BISI-18 dan Pioneer. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 11(2), 102-115.
  14. Putra, Y., & Sari, R. (2021). Hubungan Usia Petani dengan Efisiensi Produksi pada Usahatani Jagung. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 9(1), 65-80.
  15. Putri, D., & Saputra, A. (2022). Efisiensi Produksi dan Keunggulan Kompetitif Varietas Jagung di Berbagai Kondisi Lahan. Jurnal Agronomi Terapan, 14(2), 88-102.
  16. Rahman, A., & Santoso, B. (2023). Pengaruh Varietas terhadap Produktivitas dan Pendapatan Petani Jagung di Wilayah Sulawesi Barat. Jurnal Sains Pertanian, 10(2), 99-114.
  17. Rahman, A., & Setiawan, B. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Petani dalam Pemilihan Varietas Jagung. Jurnal Ekonomi dan Manajemen Agribisnis, 6(1), 55-72.
  18. Rahman, A., & Santoso, D. (2023). Pengaruh Teknologi dan Variabilitas Iklim terhadap Pendapatan Usahatani Jagung. Jurnal Ilmu Pertanian dan Lingkungan, 5(3), 112-130.
  19. Suprapto, D., & Widodo, T. (2021). Efisiensi dan Keuntungan Usahatani Jagung Hibrida di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian, 5(4), 67-78.
  20. Susanto, A., & Widodo, B. (2020). Keunggulan Agronomis dan Ekonomis Jagung Hibrida BISI-18. Jurnal Teknologi Pertanian, 15(2), 98-110.
  21. Wahyuni, N., & Hasan, M. (2022). Adaptasi Varietas Jagung terhadap Perubahan Iklim dan Stabilitas Produksi. Jurnal Agroklimatologi dan Tanaman Pangan, 8(2), 75-90.
  22. Yunus, M., et al. (2023). Analisis Produktivitas dan Keuntungan Varietas Jagung Hibrida di Indonesia. Jurnal Ilmu Agronomi dan Ekonomi Pertanian, 12(1), 55-70.
  23. Yusriani, S., & Rachmat, H. (2022). Analisis Perbandingan Biaya Produksi dan Pendapatan Usahatani Jagung di Sulawesi Selatan. Jurnal Agronomi Indonesia, 30(1), 78-90.