Analisis Pendapatan Usahatani Sapi Bali Integrasi Kelapa Sawit (Studi Kasus di Desa Pontanakayyang Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju)
Published 2025-03-15
Keywords
- integrasi,
- sapi bali,
- sawit,
- pendapatan
Copyright (c) 2025 Sudarman, Muhammad Nur Rustan, S.Pt., M.Si, Ahmad, SP., M.Si. (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract
— Pesatnya perkembangan perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Barat mempunyai potensi pengembangan sub sektor peternakan. Pengembangan ternak disesuaikan dengan kondisi sumber daya lokal perkebunan. Ternak ruminansia sangat potensial untuk dikembangkan pada areal perkebunan kelapa sawit. Kebutuhan pakan dapat dicukupi dari vegetasi perkebunan kelapa sawit yang berupa rumput liar dan cover crop yang dapat menjadi sumber hijauan pakan ternak dan memanfaatkan hasil samping dari limbah pengolahan kelapa sawit Penelitian ini bertujuan antara lain : 1) Untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh dalam Usahatani Sapi Bali Integrasi Kelapa Sawit, dan 2) Untuk mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh dari Usahatani Sapi Bali Integrasi Kelapa Sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Usahatani kelapa sawit integrasi peternakan yang dilakukan oleh petani di Desa Pontanakayyang Kecamatan Budong-budong, lebih menguntungkan dibanding dengan usahatani parsial atau monokultur kelapa sawit, 2)Total biaya produksi pada usahatani kelapa sawit integrasi peternakan lebih tinggi dari pada usahatani parsial atau monokultur kelapa sawit, masing-masing sebesar Rp. 1.575.000,- dan Rp.4.840.000,- 3) Nilai pendapatan yang diperoleh oleh petani kelapa sawit integrasi peternakan sebesar Rp. 60.031.000,- jauh lebih besar dari pada pola usahatani parsial atau monokultur kelapa sawit, yakni sebesar Rp.44.471.500,-. Dan 4) Perbandingan tambahan Output dan tambahan Input (B/C) dari kedua cabang usahatani yang diteliti, adalah Rp.5,8 , artinya ; untuk setiap penambahan input sebesar Rp.1,- akan memberikan tambahan output sebesar Rp.5,8, dan sangat layak diusahakan, sebab nilai B/C-nya lebih besar dari 1,0.
Downloads
References
- Badan Pusat Statistik (BPS). (2021). Hasil Survei Pertanian Terintegrasi 2021. Jakarta: BPS.
- De Data, S. K. (1987). Principles and Practices of Rice Production. John Wiley & Sons.
- Ditjen PKH. (2023). Punya Banyak Keunggulan, Kementan Gencarkan Integrasi Sawit dan Sapi melalui SISKA. Kementerian Pertanian RI. Retrieved from https://ditjenpkh.pertanian.go.id
- Forum SISKA. (2023). Sistem Integrasi Sapi-Sawit sebagai Solusi Menghadapi Perubahan Iklim. Retrieved from https://siskaforum.org
- GAPENSISKA. (2023). Mengukur Dampak Implementasi Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA). Retrieved from https://gapensiska.org
- Hermawan, A., Setiawan, B., & Nugroho, P. (2021). Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang terhadap Sifat Fisik Tanah dan Pertumbuhan Kelapa Sawit pada Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit. Jurnal Agronomi Indonesia, 49(1), 45-53.
- Hermawan, I., Sutrisno, S., & Widodo, P. (2021). Peningkatan kualitas tanah melalui integrasi sapi-kelapa sawit di Indonesia. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 12(1), 55–69.
- Ida Nuraeni & Herman, H. (2001). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani. Jurnal Ekonomi Pertanian, 10(1), 23-35.
- Mahendri, I. G. A. P., Ashari, Ilham, N., Wulandari, S., & Widiawati, Y. (2020). Meningkatkan supply daging sapi dan kesejahteraan peternak rakyat melalui sistem integrasi sawit-sapi di Indonesia. Jurnal Peternakan Indonesia, 5(1), 12–25.
- Nurita, R., & Anwar, T. (1999). Pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kelapa sawit. Jurnal Agronomi Tropika, 7(2), 45–56.
- Ombudsman RI. (2021). Diseminasi Hasil Survei Pertanian Terintegrasi 2021: Rata-rata Pendapatan Petani Skala Kecil Rp5,23 Juta per Tahun. Retrieved from https://ombudsman.go.id
- Rahman, T., Yusuf, M., & Akbar, A. (2022). Efisiensi Ekonomi Usahatani Berbasis Integrasi Sapi-Kelapa Sawit: Implikasi terhadap Pengurangan Penggunaan Pupuk Kimia. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 15(3), 223-235.
- Rahman, M. A., Siregar, M., & Hidayat, A. (2019). Integrasi sapi sawit sebagai solusi pengembangan peternakan berkelanjutan. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 24(3), 87–96.
- Siregar, M., Lubis, A., & Tarigan, R. (2018). Efektivitas sistem integrasi sawit-sapi dalam meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani. Jurnal Agroindustri Indonesia, 6(2), 88–102.
- Sirait, Z. L. P., & Sinaga, M. (2015). Analisis sistem integrasi sapi dan kelapa sawit dalam meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Labuhanbatu. Agrica (Jurnal Agribisnis Sumatera Utara, 8(1), 1–16.
- Suryani, E., Wulandari, D., & Putra, R. (2021). Pemanfaatan Gulma sebagai Pakan Ternak dalam Sistem Integrasi Sawit-Sapi untuk Meningkatkan Efisiensi Nutrisi. Jurnal Ilmu Peternakan Indonesia, 23(2), 101-110.
- Suryani, T., & Nugroho, A. (2021). Efisiensi Nutrisi dalam Sistem Integrasi Sawit-Sapi. Jurnal Peternakan Berkelanjutan, 12(3), 178-189.
- Suryani, D., Anwar, M., & Santoso, H. (2022). Analisis Efisiensi Usaha Integrasi Sapi-Kelapa Sawit di Indonesia. Jurnal Agribisnis dan Peternakan, 10(2), 123-135. Retrieved from https://journal.unsika.ac.id
- Suryani, T., Purwanto, A., & Nugroho, B. A. (2021). Keunggulan sistem usahatani integrasi dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Jurnal Agroekoteknologi, 10(2), 65–78.
- Tempo. (2021). BPS: 72,19 Persen Petani RI Berskala Kecil, Rata-rata Pendapatannya Rp5,23 Juta dalam Setahun. Retrieved from https://www.tempo.co
- Wijaya, H., Sari, P., & Nugraha, D. (2020). Dampak Integrasi Sapi-Kelapa Sawit terhadap Produktivitas Tanaman dan Keberlanjutan Usahatani. Jurnal Penelitian Perkebunan, 28(2), 77-89.Sudana, 2009. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Provinsi Bali